Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

Enam Hari Dicari, Keberadaan Selamat Masih Nihil

Pencarian terhadap Selamat, warga Desa Maini, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, memasuki hari keenam pada Rabu (12/8/2026).

MERANTI – Pencarian terhadap Selamat, warga Desa Maini, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, memasuki hari keenam pada Rabu (12/8/2026). Hingga penyisiran dilakukan di sejumlah titik, keberadaan pria berusia sekitar 75 tahun tersebut masih belum diketahui.

Tim SAR gabungan terus memperluas pencarian dengan menyisir kawasan yang diperkirakan menjadi jalur perjalanan terakhir Selamat. Area pencarian bahkan telah diperlebar hingga radius tiga kilometer dari titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengatakan hasil penyisiran pada hari keenam masih belum menemukan petunjuk terkait keberadaan Selamat.

“Masih nihil, tadi kami penyisiran sudah sampai radius 3 kilometer,” ujar Prima kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan, Kamis (13/8/2026) pencarian akan memasuki hari ketujuh. Apabila korban belum juga ditemukan, upaya selanjutnya akan dilakukan melalui pemantauan.

“Besok sudah hilangnya hari ke 7 dilanjutkan dengan pemantauan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti, M Khardafi, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Meranti, Ardath S.IP, menyebut pencarian melibatkan berbagai unsur untuk memperluas jangkauan penyisiran.

Personel gabungan yang terlibat di antaranya Basarnas, BPBD Kepulauan Meranti, Pemerintah Desa Maini, Polsek Tebing Tinggi Barat, Babinsa, serta masyarakat setempat.

Sejak dilaporkan hilang pada Jumat (7/8/2026), sejumlah lokasi mulai ditelusuri, terutama jalur yang diketahui biasa dilalui Selamat. Salah satunya jalan pintas yang membelah kawasan kebun sagu dan mengarah ke sekitar kilang sagu.

Kawasan tersebut menjadi perhatian karena keluarga mengetahui Selamat memiliki kebiasaan menggunakan jalur tersebut ketika pulang ke rumah. Jalur kebun sagu itu juga diketahui memiliki akses hingga ke bagian belakang rumah korban.

Pencarian kemudian diperluas untuk memastikan setiap kemungkinan jalur yang dilalui korban dapat diperiksa. Informasi dari masyarakat maupun keluarga juga terus menjadi pertimbangan tim dalam menentukan titik penyisiran.

Hingga hari keenam, belum ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan Selamat. Tim gabungan masih berupaya maksimal sebelum pencarian memasuki hari ketujuh pada Kamis besok.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari