BSPS Meranti 2026 Tembus 997 Rumah, 136 Unit Sudah Rampung
MERANTI – Sebanyak 997 rumah di Kabupaten Kepulauan Meranti mendapat bantuan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2026. Dari jumlah itu, 136 rumah telah rampung, 64 masih dikerjakan, sedangkan 767 lainnya mulai memasuki tahap dropping material.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkimtan LH) Kepulauan Meranti, Agustiono melalui Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Winhardi mengatakan, pelaksanaan BSPS dilakukan dalam beberapa tahap.
Pada tahap pertama, 136 unit rumah telah rangpung dikerjakan. Sementara 64 unit lainnya masih dalam pengerjaan dengan progres rata-rata di atas 70 persen.
“Untuk tahap pertama itu ada 200 rumah. Sebanyak 136 rumah sudah selesai 100 persen, sedangkan 64 unit lagi rata-rata sudah di atas 70 persen,” kata Winhardi, Senin (21/9).
Di saat penyelesaian tahap pertama berlangsung, Pemkab Meranti juga mulai menjalankan BSPS tahap 8 dan 9. Total terdapat 767 unit rumah dalam dua tahap tersebut, terdiri atas 701 unit pada tahap 8 dan 66 unit pada tahap 9.
Pada tahap 8, alokasi terbesar berada di Kecamatan Rangsang Pesisir dengan 413 unit. Desa Sonde mendapat alokasi terbanyak, yakni 98 unit. Selanjutnya Tanjung Kedabu 74 unit, Tanah Merah 72 unit, Bungur 64 unit, Tenggayun Raya 47 unit, Sokop 41 unit, dan Beting 17 unit.
Kecamatan Rangsang Barat mendapat 159 unit yang tersebar di Desa Anak Setatah 51 unit, Melai 36 unit, Bantar 29 unit, Bokor 24 unit, dan Permai 19 unit.
Kemudian Kecamatan Rangsang mendapat 128 unit. Bantuan tersebut tersebar di Desa Gemala Sari 37 unit, Sungai Gayung Kiri 36 unit, Penyagun 28 unit, dan Topang 27 unit.
Sementara Kecamatan Tebingtinggi mendapat satu unit yang berada di Kelurahan Selatpanjang Kota.
Untuk tahap 9, sebanyak 66 unit rumah mendapat alokasi bantuan. Kecamatan Rangsang memperoleh 30 unit, masing-masing 15 unit di Desa Repan dan 15 unit di Desa Tanjung Gemuk.
Kecamatan Rangsang Barat mendapat 18 unit di Desa Segomeng. Kemudian Rangsang Pesisir mendapat 15 unit di Desa Kayu Ara.
Dua unit lainnya berada di Kecamatan Tasik Putri Puyu, masing-masing satu unit di Desa Kudap dan Mekar Delima. Satu unit lainnya berada di Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebingtinggi.
Selain alokasi tersebut, Meranti juga mendapat tambahan 30 unit rumah melalui usulan pokok pikiran (pokir) anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Riau 1, Hj. Dewi Juliani.
Tambahan bantuan itu diperuntukkan bagi masyarakat di Desa Tanjung Bunga dan saat ini masih dalam proses pengerjaan.
Dengan tambahan tersebut, total alokasi BSPS Kabupaten Kepulauan Meranti pada 2026 mencapai 997 unit rumah.
Winhardi mengatakan, pelaksanaan BSPS tahap 8 dan 9 kini telah memasuki proses dropping material. Ia berharap proses tersebut berjalan lancar sehingga seluruh kebutuhan material tersedia dan pembangunan dapat diselesaikan sesuai target.
“Mudah-mudahan tidak ada kendala di lapangan, seluruh material tersedia dan pekerjaan bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.
Namun, kebutuhan material menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama kayu. Sebanyak 767 rumah yang masuk dalam tahap 8 dan 9, tentu membutuhkan pasokan material dalam jumlah besar.
Winhardi mengakui, kebutuhan kayu untuk satu rumah bisa mencapai dua ton. Jika seluruh rumah menggunakan kayu, kebutuhan material yang harus disuplai tentu tidak sedikit.
“Iya, kalau semuanya menggunakan kayu, kebutuhan suplainya tentu besar,” akui Winhardi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Winhardi telah meminta Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) mengutamakan penggunaan material pabrikan untuk sejumlah komponen rumah, seperti seng, pintu, dan jendela. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap kayu.
“Semoga saja ketersediaan material tidak menjadi kendala selama program ini berjalan, sehingga pembangunan rumah bisa selesai sesuai target,” ungkapnya.
Meranti menjadi daerah dengan alokasi BSPS terbanyak di Riau. Bahkan, jumlah tersebut merupakan alokasi tertinggi di wilayah kerja Balai Perumahan Sumatera III yang meliputi Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau.
“Ini kan merupakan program pusat, kita tentu mendukung. Apalagi efeknya masyarakat kita juga, karena mereka yang menerima bantuan merupakan yang kurang mampu, tentu sangat membantu. Mudahan berjalan lancar dan berlanjut,” pungkasnya. **
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









