Asmar Soroti Isu Pemberian di Balik Pelantikan Pejabat: Jangan Ada yang Coba-coba
MERANTI – Proses pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti diwarnai pesan tegas Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, terkait isu adanya dugaan pemberian kepada pimpinan dalam proses pengisian jabatan.
Asmar menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima pemberian sebagaimana isu yang berkembang. Ia meminta seluruh pihak tidak memanfaatkan proses pengisian jabatan untuk kepentingan pribadi maupun melakukan praktik yang dapat mencederai kepercayaan terhadap pemerintahan.
Pernyataan itu disampaikan Asmar saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemkab Meranti, Kamis (20/8/2026).
Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Asmar secara terbuka menyinggung isu tersebut. Ia meminta agar kabar mengenai adanya pemberian kepada pimpinan tidak dimainkan dan tidak berkembang menjadi persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
“Jangan berpikir yang enggak-enggak. Saya mohon Isu berkembang di luar. Melantik para pejabat Ada memberi kepada pimpinan na’udzubillah. Tidak pernah saya terima,” tegas Asmar.
Menurut Asmar, proses pengisian jabatan harus ditempatkan sebagai bagian dari kebutuhan organisasi dan pelayanan pemerintahan. Pejabat yang dipercaya menduduki posisi tertentu harus menunjukkan kinerja, bukan justru memikirkan keuntungan setelah mendapatkan jabatan.
Ia bahkan memberikan peringatan khusus kepada jajaran BKPSDM agar tidak ada anggotanya yang mencoba menerima pemberian dari pejabat yang baru dilantik.
“Saya perintahkan Kaban BKD. Anggotanya jangan coba-coba yang menerima dari mereka-mereka yang sedang yang baru saja dilantik,” ujarnya.
Asmar menegaskan dirinya tidak ingin mendengar adanya praktik pemberian yang dikaitkan dengan jabatan. Menurutnya, jika kabar seperti itu benar-benar terjadi, hal tersebut dapat menimbulkan persoalan baru dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
“Ini menyebar beritanya saya tidak mau dengar ya, saya tidak mau dengar itu,” katanya.
Pesan Asmar tidak berhenti pada persoalan isu pemberian. Ia sekaligus mengingatkan seluruh pejabat yang baru menerima amanah agar tidak salah menempatkan jabatan. Menurutnya, posisi yang dipercayakan pemerintah bukan fasilitas untuk memperkaya diri, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan untuk kepentingan masyarakat.
“Ini dilantik, ini amanah untuk dikerjakan semuanya. Bukan jabatan itu memperkayakan diri sendiri. Tidak memberi pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Asmar juga meminta pejabat tidak menganggap jabatan sebagai ruang untuk melakukan tindakan di luar ketentuan. Ia menyoroti pengelolaan keuangan negara yang harus dilakukan secara tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan dipikir mendapat jabatan dan mulai bermain yang tidak-tidak. Dianggap uang negara itu uang pribadinya. Tidak, saya nyatakan tidak,” ujar Asmar.
Ia mengingatkan setiap rupiah uang negara harus digunakan berdasarkan aturan dan prosedur yang berlaku. Karena itu, pejabat tidak boleh mengeluarkan anggaran tanpa dasar yang jelas.
“Itu uang negara. Satu rupiah pun kalian keluar harus ada SOP-nya. Demikian,” katanya.
Di tengah peringatan tersebut, Asmar kembali mengarahkan para pejabat yang baru dilantik agar segera membuktikan amanah melalui kerja nyata. Ia meminta pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas utama dalam menjalankan tugas.
“Ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan kepada rekan-rekan yang baru saja dilantik. Bekerjalah dengan baik untuk masyarakat, khusus Kabupaten Kepulauan Meranti. Beri pelayanan yang prima,” ucapnya.
Asmar menilai masyarakat tidak membutuhkan aparatur yang hanya menduduki jabatan, tetapi membutuhkan pemerintah yang mampu memberikan pelayanan secara cepat, baik dan bertanggung jawab.
“Beri pelayanan yang prima kepada masyarakat kita. Karena masyarakat membutuhkan pelayanan yang baik dari kita,” pungkasnya.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









