Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

42 Pejabat Meranti Bergeser, Asmar Tuntut Kinerja Bukan Sekadar Jabatan

MERANTI – Struktur birokrasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali mengalami pergeseran. Sebanyak 42 pejabat dari berbagai tingkatan dilantik dan diambil sumpah jabatannya, Kamis (20/8/2026), dengan sejumlah posisi strategis ikut berubah, mulai dari pimpinan OPD, camat, kepala bidang hingga pejabat pelayanan publik.

Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti. Dari jumlah tersebut, tiga pejabat merupakan pimpinan tinggi pratama, 20 pejabat administrator dan 19 pejabat pengawas.

Perubahan paling menonjol terjadi pada sejumlah jabatan pimpinan OPD. Dr. Abu Hanifah, M.Pd. bergeser dari Kepala Bapedalitbang menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Jabatan Kepala Bapedalitbang sementara dipercayakan kepada Sakinul Wadi selaku sekretaris.

Ifwandi, SP. yang sebelumnya memimpin Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berpindah menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, bertukar posisi dengan Suardi, M.Pd.

Sementara Tunjiarto, M.Pd. meninggalkan jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadi Sekretaris DPRD Kepulauan Meranti. Posisi tersebut kosong setelah Eri Suhairi memasuki masa pensiun. Jabatan Kepala Disdikbud untuk sementara dijalankan Raja Yusran selaku sekretaris.

Atan, M.Pd. juga berpindah dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menjadi Asisten Administrasi Umum, mengisi jabatan yang sebelumnya kosong setelah Mahadi pensiun.

Pergeseran berlanjut ke tingkat administrator. Zainal yang sebelumnya Camat Tasik Putri Puyu kini mendapat tugas sebagai Kepala Bidang Lingkungan Hidup pada Dinas Perkimtan-LH. Kursi camat kemudian ditempati Muhammad Nazir yang sebelumnya merupakan Camat Tebing Tinggi Barat.

Nasrullah Anata bergeser dari Kepala Bidang Cipta Karya dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR menjadi Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda. Sementara Indra Syahputra mendapat tugas baru sebagai Sekretaris Kecamatan Tebing Tinggi Timur.

Adi Saprizal berpindah dari Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Kesbangpol menjadi Kepala Bidang Pendaftaran, Pendataan, Pengawasan dan Pelaporan Bapenda. Piskot Ginting juga berpindah dari Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB, bertukar posisi dengan Desy Mustika Sandra.

Di wilayah kecamatan, Aminullah mendapat amanah sebagai Camat Rangsang Pesisir setelah sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas PMD. Posisi sebelumnya kemudian diisi Ardath yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD.

Sementara Adi Herman bergeser dari Kepala Bidang Metrologi Legal menjadi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD. Nama Alif Rezky juga masuk dalam penataan. Dari sebelumnya Penata Keprotokolan pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda, ia mendapat tugas sebagai Kepala Subbidang Pengendalian dan Pelaksanaan Anggaran BPKAD.

Husnuzon ditetapkan sebagai Kepala Bidang Pengembangan, Kebijakan dan Sistem Informasi Bapenda, menggantikan Rinaldi yang mendapat tugas sebagai Camat Tebing Tinggi Barat.

Pada sektor pendidikan dan kesehatan, Karmila Sari mendapat posisi Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SD Disdikbud. Febrina Nelisa menjadi Kepala Bidang Penunjang UPT RSUD, sedangkan Romy Haris Nanda yang sebelumnya Plt Direktur kini mendapat amanah sebagai Direktur UPT RSUD.

Perubahan juga terjadi di lingkungan RSUD. Eka Faradila Shinta bergeser dari Kepala Subbidang Pendaftaran dan Pendataan Bapenda menjadi Kepala Subbagian Keuangan dan Aset. Posisi pendaftaran dan pendataan kemudian ditempati Zulfian.

Perawitami berpindah dari Sekretaris Kecamatan Tebing Tinggi Timur menjadi Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Kesbangpol. Syahroni mendapat tugas sebagai Kepala Seksi Penegakan Peraturan Daerah dan Pembinaan PPNS Satpol PP dan Damkar.

Nurhabibi bergeser dari Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjadi Sekretaris Kecamatan Tebing Tinggi, bertukar posisi dengan Yuna Rahma Octavia.

Muhammad Samsul mendapat tugas sebagai Sekretaris Kelurahan Selatpanjang Kota. Azwan berpindah dari Analis Politik Hukum dan Keamanan menjadi Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Satpol PP dan Damkar.

Ekaliptus mendapat tugas sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian BPBD, sementara Ida menjadi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial Kelurahan Teluk Belitung. Abu Bakar berpindah dari jabatan yang sama di BPBD ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Muhammad Aprilianto bergeser dari Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Selatpanjang Timur menjadi Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial dan Budaya Kantor Camat Tebing Tinggi Barat.

Di Dinas PUPR, Sugeng Widodo Kamajaya Nasriyanto berpindah dari Kepala Bidang Bina Marga menjadi Kepala Bidang Cipta Karya dan Jasa Konstruksi. Jabatan tersebut sebelumnya dijalankan sementara oleh Guspi, ST sebagai Plt.

Erick Astriadi bergeser dari Penelaah Teknis Kebijakan Bagian Umum Setda menjadi Penelaah Teknis Kebijakan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda.

Yuliyanto berpindah dari Kepala Seksi Mobilisasi Perlindungan Masyarakat Satpol PP dan Damkar menjadi Kepala UPT Bapenda Kecamatan Merbau. Sementara Islawadi bergeser dari Kepala UPT Bapenda Kecamatan Merbau menjadi Lurah Teluk Belitung menggantikan Mashuri yang mendapat tugas sebagai Sekretaris Kecamatan Tasik Putri Puyu.

Seven Desta juga mendapat tugas baru sebagai Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial Kelurahan Selatpanjang Barat setelah sebelumnya bertugas di Bagian Perbatasan.

Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar mengatakan, penataan tersebut dilakukan bukan tanpa pertimbangan. Setiap perubahan jabatan diarahkan untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan kompetensi aparatur.

“Jabatan yang diberikan bukan sekadar kedudukan dalam struktur pemerintahan, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas dan dedikasi,” kata Asmar.

Menurutnya, pejabat yang baru menerima tugas tidak boleh larut dalam proses pergantian jabatan. Mereka justru diminta segera bekerja dan memahami persoalan di lingkungan masing-masing.

“Saya berharap saudara-saudara segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab yang baru, membangun kerja sama yang baik, serta menunjukkan kinerja yang profesional, disiplin, inovatif, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.

Asmar menyebut penataan ini sekaligus menjadi bagian dari penyegaran organisasi, pengisian jabatan yang kosong akibat pensiun maupun perubahan nomenklatur, serta pembinaan ASN.

Ia menegaskan, ukuran keberhasilan dari pelantikan tersebut bukan terletak pada banyaknya jabatan yang bergeser, melainkan pada seberapa besar perubahan itu mampu memperbaiki kinerja pemerintahan dan menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Kepulauan Meranti.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari