Harga Ayam Kian Mahal, Disperindag Meranti Pantau Stok dan Distribusi
MERANTI – Harga ayam ras karkas di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai mengalami kenaikan. Lonjakan kebutuhan untuk memasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut memberi tekanan terhadap ketersediaan ayam di pasar.
Berdasarkan pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepulauan Meranti, harga ayam ras karkas yang sebelumnya berada di kisaran Rp38.400 per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp45.000 per kilogram. Sementara harga ayam potong telah mencapai Rp55.000 per kilogram.
Kepala Disperindag Kepulauan Meranti, Marwan, mengatakan peningkatan permintaan menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga. Kebutuhan dari SPPG membuat volume ayam yang terserap pasar bertambah, di tengah pasokan yang masih terbatas.
“Untuk daging ayam ras karkas memang terjadi kenaikan harga. Salah satu faktornya karena permintaan meningkat, termasuk adanya kebutuhan dari SPPG untuk program MBG,” kata Marwan, Jumat (21/8/2026).
Menurut Marwan, kebutuhan untuk program MBG menjadi tambahan permintaan di luar konsumsi masyarakat dan kebutuhan pelaku usaha. Kondisi tersebut membuat keseimbangan antara pasokan dan permintaan semakin ketat.
Ketika jumlah ayam yang tersedia belum mampu mengikuti pertumbuhan permintaan, harga pun terdorong naik. Situasi ini semakin terasa karena Meranti merupakan daerah kepulauan yang masih mengandalkan pasokan dari luar wilayah.
“Permintaan meningkat, sementara pasokan yang tersedia masih terbatas. Ini yang kemudian memberikan tekanan terhadap harga,” ujarnya.
Pasokan ayam dari luar daerah, termasuk Pekanbaru, membutuhkan distribusi yang lancar agar kebutuhan pasar Meranti tetap terpenuhi. Gangguan dalam rantai pasok berpotensi langsung memengaruhi jumlah barang yang tersedia sekaligus harga di tingkat konsumen.
Kenaikan harga ayam juga mulai dirasakan oleh berbagai kelompok. Tidak hanya rumah tangga yang harus mengeluarkan biaya lebih besar, pelaku usaha kuliner dan pihak yang membutuhkan ayam dalam jumlah banyak juga ikut menghadapi peningkatan biaya operasional.
Disperindag Meranti kini memperketat pemantauan terhadap harga dan ketersediaan ayam di sejumlah pasar. Pergerakan stok dan jalur distribusi menjadi perhatian agar kenaikan harga tidak berkembang menjadi gejolak yang lebih luas.
“Kami akan terus melakukan monitoring harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar. Untuk komoditas yang mengalami kenaikan, kami akan melihat perkembangan pasokan dan distribusinya,” katanya.
Marwan menilai meningkatnya kebutuhan ayam untuk mendukung pelaksanaan program MBG perlu diimbangi dengan pasokan yang cukup. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan program pemerintah harus berjalan seiring dengan terjaganya ketersediaan bahan pangan untuk masyarakat umum.
Di tengah kenaikan harga ayam, sejumlah komoditas pangan lainnya masih terpantau relatif stabil. Disperindag tetap melakukan pemantauan secara berkala untuk mendeteksi lebih awal jika terdapat komoditas lain yang mulai mengalami kenaikan atau kendala pasokan.
Koordinasi dengan distributor dan pihak terkait juga terus dilakukan untuk menjaga arus barang masuk ke Meranti. Langkah tersebut dinilai penting mengingat ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah membuat distribusi menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga stabilitas harga.
“Kami terus berupaya menjaga agar pasokan tersedia dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Kami akan melakukan pemantauan secara berkala dan mengambil langkah yang diperlukan apabila terdapat indikasi kenaikan harga yang cukup signifikan,” pungkasnya.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









