DPRD Desak Janji PLN Tak Berhenti di Atas Kertas
MERANTI – Kesepakatan penanganan listrik di Kabupaten Kepulauan Meranti diminta tidak berhenti sebagai berita acara. DPRD dan Forkopimda menunggu langkah nyata PLN untuk membuktikan komitmen memperbaiki pasokan listrik yang selama ini kerap terganggu.
Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti Antoni Shidarta mengatakan persoalan kelistrikan yang dibawa ke meja pertemuan merupakan aspirasi masyarakat yang selama ini diterima legislatif.
“Kami berharap koordinasi antara Forkopimda dan pihak PLN dapat terjalin dengan baik dalam menyelesaikan persoalan kelistrikan yang terjadi di Meranti,” ujar Antoni.
Dalam pertemuan bersama Pemkab, Forkopimda dan PLN di Aula Dinas PUPR Meranti, Selasa (15/9/2026), sejumlah langkah teknis akhirnya disepakati. Di antaranya penambahan daya melalui pengadaan mesin baru maupun pemanfaatan mesin yang dinilai masih layak di Lemang, Teluk Belitung, Tanjung Samak dan Teluk Buntal.
Antoni menilai percepatan menjadi penting karena gangguan listrik telah dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.
Hal senada disampaikan Pabung Kodim Bengkalis dan Danposal Selatpanjang. Mereka meminta kesepakatan yang telah dibuat segera diwujudkan agar persoalan tidak melebar menjadi gangguan sosial.
“Yang terpenting apa yang sudah menjadi kesepakatan ini segera dilaksanakan, sehingga persoalan kelistrikan tidak berkembang dan menimbulkan permasalahan yang lebih luas di tengah masyarakat,” katanya.
Perwakilan Kapolres Kepulauan Meranti melalui Kasat Intelkam juga menyoroti belum adanya solusi permanen atas persoalan listrik. Bahkan, gangguan pasokan sebelumnya sempat memicu aksi spontan masyarakat dengan mendatangi kantor PLN Selatpanjang.
“Pelayanan listrik ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kami berharap pelayanan kelistrikan di Meranti benar-benar dapat berjalan dengan baik dan permasalahan yang selama ini terjadi segera mendapatkan solusi permanen,” ujarnya.
Dari pihak PLN, Manajer UP3 Dumai Ahmad Meidiansyah memastikan hasil pertemuan akan diteruskan kepada General Manager PLN. PLN juga menyiapkan tambahan mesin untuk memperkuat sistem pembangkitan.
Salah satunya mesin sewa berkapasitas 2 MW yang ditargetkan masuk ke Lemang pada 19 Oktober 2026. Selain itu, dua mesin berkapasitas 400 kW dan 250 kW ditargetkan tiba pada 19 September, disusul mesin 500 kW pada 24 September.
Setelah tambahan mesin beroperasi, PLN berencana meredistribusi mesin yang sudah tersedia untuk memperkuat pasokan di Tanjung Samak dan Melibur.
Pertemuan tersebut ditutup dengan berita acara dan kesepakatan bersama. Kini, perhatian publik tertuju pada realisasi. Sebab, bagi masyarakat Meranti, yang dibutuhkan bukan lagi janji perbaikan, melainkan listrik yang benar-benar menyala dan stabil.**
Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari









