Pesisir Pos

Cerdas Membaca Realitas

CIDB Malaysia Buka Peluang Kerja Sama, Tenaga Konstruksi Meranti Mulai Disiapkan

MERANTI – Peluang tenaga kerja Kepulauan Meranti masuk ke sektor konstruksi Malaysia secara lebih terarah mulai terbuka. Construction Industry Development Board (CIDB) Malaysia menyatakan kesiapan mendukung peningkatan kompetensi dan sertifikasi pekerja, dengan syarat fasilitas pelatihan di daerah mampu memenuhi standar yang dibutuhkan.

Hal itu mengemuka dalam audiensi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, CIDB Malaysia dan KJRI Johor Bahru di Aula Kantor Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Kamis (20/8/2026).

Perwakilan CIDB Malaysia Muhammad Zainal Abidin menyampaikan peluang kerja sama dapat dikembangkan apabila fasilitas dan kesiapan Balai Latihan Kerja (BLK) Kepulauan Meranti memenuhi persyaratan.

Sementara itu, Rizwan dari CIDB yang membidangi sertifikasi memaparkan sejumlah keterampilan yang dibutuhkan sektor konstruksi Malaysia. Pekerjaan tersebut antara lain bangunan, pemasangan batu bata, lantai beton, pertukangan kayu dan plaster.

Kebutuhan tersebut menjadi gambaran bagi Pemkab Meranti untuk menyusun program pelatihan yang lebih tepat sasaran. Dengan begitu, calon pekerja tidak hanya mendapatkan pelatihan umum, tetapi dibekali kemampuan yang memang dibutuhkan perusahaan.

CIDB juga membuka kemungkinan memberikan rujukan jenis pelatihan sekaligus membantu peningkatan kapasitas instruktur BLK melalui transfer teknologi dan pengetahuan.

Konsul Ekonomi KJRI Johor Bahru Siti Fauziah menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kedekatan geografis, sejarah dan budaya antara Meranti dan Johor Bahru dapat menjadi modal untuk membangun kerja sama ekonomi yang lebih konkret.

“Bagaimana kedekatan antara kedua wilayah ini dapat kita wujudkan menjadi manfaat ekonomi bersama, tentu dengan tetap memperhatikan aturan dan perlindungan bagi tenaga kerja,” ujarnya.

KJRI Johor Bahru selanjutnya akan melihat potensi serta kesiapan BLK Meranti untuk kemudian diselaraskan dengan kebutuhan kompetensi tenaga kerja di Malaysia.

Langkah awal itu diwujudkan melalui peninjauan langsung ke fasilitas BLK Kepulauan Meranti dan salah satu sekolah kejuruan di Selatpanjang. Tim melihat sarana dan prasarana yang tersedia sekaligus mencermati kesesuaiannya dengan standar kompetensi CIDB.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin, S.M., M.M., mengatakan kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun alur penyiapan tenaga kerja yang lebih tertata, mulai dari pelatihan, sertifikasi hingga penyaluran.

Ia menyebut sekitar 54 ribu tenaga kerja asal Meranti melakukan mobilitas ke Malaysia pada 2026. Sekitar 85 persen di antaranya masih menggunakan visa kunjungan atau wisata.

Kondisi itu menjadi alasan Pemkab Meranti mendorong agar tenaga kerja yang memiliki keterampilan dapat masuk melalui jalur yang sesuai ketentuan.

“Tujuan akhir perjuangan kita adalah agar PMI asal Kepulauan Meranti dapat bekerja secara legal dan hidup lebih sejahtera,” ujar Muzamil.

Ia menambahkan, tenaga kerja yang telah memiliki keterampilan perlu mendapatkan pengakuan melalui sertifikasi agar lebih mudah memenuhi kebutuhan industri sekaligus memperoleh perlindungan yang lebih baik.

“Kita ingin mendukung pembangunan di Malaysia, tetapi harus melalui cara yang legal. Pekerja asal Meranti sebenarnya memiliki keterampilan, tinggal bagaimana keterampilan itu dibuktikan melalui sertifikasi yang diakui,” katanya.

Pemkab Meranti menilai penjajakan dengan CIDB dan dukungan KJRI Johor Bahru dapat menjadi langkah awal untuk mengubah mobilitas tenaga kerja lintas negara menjadi lebih terukur, legal dan berbasis kompetensi.**

Ikuti WhatsApp Channel Pesisir Pos Untuk Update Berita Terbaru Setiap Hari